Daftar Nilai Tik

Silahkan Download di sini yaadaftar-nilai-tik

Advertisements

metode dan teknik penyuluhan

METODE DAN TEKNIK PENYULUHAN

A.    Metode Penyuluhanclip_image002

Metode adalah cara yang sistematis untuk mencapai suatu tujuan yang telah direncakan. Setiap orang “belajar” lebih banyak melalui cara yang berbeda-beda sesuai dengan kemampuan dalam menangkap pesan yang diterimanya, ada yang cukup dengan mendengar saja, atau melihat dan juga ada yang harus mempraktikkan dan kemudian mendistribusikannya.

Namun dilain pihak, penggunaan kombinasi dari berbagai metode penyuluhan akan banyak membantu mempercepat proses perubahan. Penelitian menunjukkan bahwa lebih banyak metode  penyuluhan yang akan digunakan, akan lebih banyak perubahan yang terjadi dalam diri individu. Kombinasi metode penggunaan metode komunikasi (baca:penyuluhan) juga dilakukan pada “kelompencapir”. Dalam operrasional di lapangan, kelompencapir menggunakan bernagai cara/metode komunikasi yaitu metode komunikasi banyak tahap (multi step of communication) yaitu arus komunikasi mengalir daqri media masyarakat kepada pemuka masyarakat, dari pemuka masyarakat secara “tatap muka” disalurkan kepada anggota kelompencapir melalui diskusi-diskusi kelompok tentang topik yang dibahas oleh media massa, dan selanjutnya disebarkan kepada khalayak Continue reading “metode dan teknik penyuluhan”

Bahaya Berbohong dalam hukum islam

1Bahaya Berbohong

Bohong adalah penyakit yang menghinggapi masyarakat di segala zaman. Ia adalah penyebab utama bagi timbulnya segala macam bentuk kejelekan dan kerendahan. Suatu masyarakat takkan lurus selamanya jika perbuatan bohong ini merajalela di antara individu-individunya. Dan suatu bangsa takkan bisa menaiki tangga kemajuan kecuali jika berlandaskan pada kejujuran.

Perbuatan bohong akan menimbulkan rasa saling membenci antara sesama teman. Rasa saling mempercayai antar sesama akan hilang, dan akan tercipta suatu bentuk masyarakat yang tidak berlandaskan asas saling tolong-menolong atau gotong royong. Apabila bohong sudah merajalela ke dalam tubuh masyarakat, maka hilanglah rasa senang Continue reading “Bahaya Berbohong dalam hukum islam”

Integrasi Keilmuan Model Islamisasi Ilmu

Integrasi Keilmuan Model Islamisasi Ilmu

islam-pohon

BAB 1

PENDAHULUAN

1.Latar Belakang

Pemikiran tentang integrasi ilmu atau islamisasi ilmu dimasa sekarang yang sudah dilakukan oleh kalangan intelektual muslim, tidak lepas dari kesadaran agama. Secara totalitas ditengah ramainya dunia global yang syarat dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dengan sebuah konsep bahwa ummat Islam akan maju dapat menyusul menyamai orang-orang barat apabila mampu mentransformasikan dan menyerap secara aktual terhadap ilmu pengetahuan dalam rangka memahami wahyu, atau mampu memahami wahyu dalam mengembangkan ilmu pengetahuan.

Dipandang dari sisi aksiologis ilmu dan teknologi harus memberi manfaat sebesar-besarnya bagi kehidupan manusia. Artinya ilmu dan teknologi menjadi instrumen penting dalam setiap proses pembangunan sebagai usaha untuk mewujudkan kemaslahatan hidup manusia seluruhnya. Dengan demikian, ilmu dan teknologi haruslah memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi kehidupan manusia dan bukan sebaliknya.

Untuk mencapai sasaran tersebut maka perlu dilakukan suatu upaya mengintegrasikan Continue reading “Integrasi Keilmuan Model Islamisasi Ilmu”

Wudhu

BAB I

PENDAHULUAN

wudhu-1

  1. Latar Belakang

Manusia sebagai makhluk sosial tidak akan pernah lepas dari pergaulan antar sesama dan hubungan dengan sang pencipta. Sebagai makhluk yang berakal, sudah selayaknya ketika menghadap Tuhannya harus mematuhi rambu-rambu yang digariskan oleh syara’. Bahkan, ketika bermunajat dengan Sang Khaliq pun, harus diperhatikan aturan mainnya, diantaranya adalah dengan melakukan thaharah sebagai mediator dalam beribadah kepaad Alloh.

Setiap  kegiatan ibadah umat Islam pasti melakukan membersihkan (thaharah) terlebih dahulu mulai dari wuhdu. Wudhu adalah sebuah syariat kesucian yang Alloh ‘azza Wa Jalla tetapkan kepada kaum muslimin. Sebagai pendahuluan bagi shalat dan ibadah lainnya. Di dalamnya terkandung sebuah hikmah yang mengisyaratkan kepada kita bahwa hendaknya seorang muslim memulai ibadah dan kehidupannya dengan kesucian lahir batin. Sebab kata ini sendiri berasal dari kata yang mengandung makna “kebersihan dan keindahan”.

Wudhu disyariatkan bukan hanya ketika kita hendak beribadah, bahkan juga disyariatkan pada seluruh kondisi. Oleh karena itu, seorang muslim dianjurkan agar selalu dalam kondisi bersuci (wudhu) sebagaimana yang dahulu yang dilazimi oleh Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya yang mulia. Mereka senantiasa berwudhu, baik dalam keadaan senang ataupun susah dan kurang menyenangkan (seperti saat muslim hujan dan dingin).

  1. Rumusan Masalah
  2. Bagaimana pengertian wudhu dan dasar hukumnya?
  3. Apa saja rukun-rukun wudhu beserta syarat-syarat wudhu?
  4. Apa saja hal-hal yang membatalkan wudhu?
  5. Apa saja sunnah-sunnah wudhu?
  6. Bagaimana hukum wudhu dengan salju?

Continue reading “Wudhu”

RAGAM BAHASA INDONESIA

ragam-bahasa-indonesia1BAB I

PENDAHULUAN

  1. Latar belakang

Bahasa indonesia perlu dipelajari oleh semua lapisan masyrakat. Tidak hanya pelajar dan mahasiswa saja, tetapi semua warga Indonesia wajib mempelajari bahasa Indonesia. Dalam bahasan bahasa Indonesia itu ada yang disebut ragam bahasa. Dimana ragam bahasa merupakan variasi bahasa yang pemakaiannya berbeda-beda. Ada ragam bahasa lisan dan ada ragam bahasa tulisan. Disini yang lebih lebih ditekankan adalah ragam bahasa lisan , karena lebih banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Misalkan ngobrol, puisi, pidato, ceramah, dll. Bahasa yang digunakan dalam lingkungan politik, berbeda dengan bahasa yang digunakan dalam lingkungan ekonomi/perdagangan, olah raga, seni, atau teknologi. Ragam bahasa yang digunakan menurut pokok persoalan atau bidang  pemakaian ini dikenal pula dengan istilah laras bahasa.

  1. Rumusan Masalah

Adapun perumusan masalah yang akan dibahas adalah sebagai berikut:

  1. Pengertian ragam bahasa.
  2. Macam-macam ragam bahasa.
  3. Ragam Bahasa Indonesia berdasarkan media.
  4. Ragam Bahasa Indonesia berdasarkan cara pandang penutur.
  5. Ragam Bahasa Indonesia berdasarkan topik pembicaraan.
  1. Tujuan

Pembuatan makalah ini bertujuan untuk :

  1. Mengetahui pengertian ragam bahasa.
  2. Mengetahui macam-macam ragam bahasa.
  3. Mengetahui Ragam Bahasa Indonesia berdasarkan media.
  4. Mengetahui Ragam Bahasa Indonesia berdasarkan cara pandang penutur.
  5. Mengetahui Ragam Bahasa Indonesia berdasarkan topic pembicaraan.
  6. Memenuhi tugas kelompok mata kuliah Bahasa Indonesia.

BAB II

PEMBAHASAN

  1. A. Pengertian Ragam Bahasa

Ragam bahasa adalah  variasi bahasa menurut pemakaian, yang berbeda-beda menurut topik yang dibicarakan, menurut hubungan pembicara, kawan bicara, orang yang dibicarakan, serta menurut medium pembicara. Continue reading “RAGAM BAHASA INDONESIA”

PSIKOLOGI BELAJAR

the concept of education of children.the generation of knowledge

BAB I

PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang

Manusia adalah makhluk yang belajar. Maka, untuk sampai pada derajat yang disebut belajar manusia harus mampu mengadakan dan atau mengalami perubahan-perubahan. Baik itu perubahan tiap individu ataupun bahkan secara global. Namun, perubahan-perubahan yang diharapkan adalah perubahan ke arah yang baik, perubahan yang menjadikan manusia menjadi makhluk yang memelihara alam semesta sesuai dengan mandat dari Allah SWT. Sehingga manusia harus mencari dan mencapai hakikat belajar sampai sedalam-dalamnya.

Memasuki abad ke-19 beberapa ahli psikologi mengadakan penelitian eksperimental tentang teori belajar, walaupun pada waktu itu para ahli menggunakan binatang sebagai objek penelitiannya. Penggunaan binatang sebagai objek penelitian didasarkan pada pemikiran bahwa apabila binatang yang kecerdasannya dianggap rendah dapat melakukan eksperimen teori belajar, maka sudah dapat dipastikan bahwa eksperimen itupun dapat berlaku bahkan dapat lebih berhasil pada manusia, karena manusia lebih cerdas daripada binatang.[1]

Sedemikian pentingnya sesuatu yang terdapat dalam belajar, hingga para ahli psikologi sampai melakukan penelitian yang begitu unik dan mungkin tidak terpikirkan bagi manusia biasa yang hidup tanpa berpikir kritis. Namun, penelitian mereka bukan berarti tidak memiliki manfaat atau kegunaan untuk penelitian selanjutnya, justru penelitian mereka terhadap binatang menjadi langkah awal untuk meneliti tentang bagaimana belajarnya manusia.

Diantara para ahli yang menggunakan binatang sebagai objek penelitiannya adalah Thorndike (1874-1949), terkenal dengan teori belajar Classical Conditioning, menggunakan anjing sebagai binatang uji coba, Skinner (1904) yang terkenal dengan teori belajar Operant Conditioning, menggunakan tikus dan burung merpati sebagai binatang uji coba.[2]

Penelitian para ahli psikologi diatas menunjukkan bahwa pembelajaran berarti terkait erat dengan psikologi. Continue reading “PSIKOLOGI BELAJAR”